Tidak tampak..bukan berarti tidak ada..

Tuesday, November 24, 2009

Sejarah Lahirnya Athhar

Kisah ini ditulis untuk athhar, yang mungkin suatu saat akan menanyakannya

Kejadian tak terduga
Selama 8 bulan pertama mengandung kamu, alhamdulillah berjalan lancar dan sehat..Pada suatu sabtu saat kehamilan berusia 36 minggu, bunda diantar ayah ke klinik langganan untuk senam hamil&kontrol..bunda ngejalanin cek tekanan darah, timbang berat badan, dan USG. Semuanya normal, kecuali hasil USG yang nunjukin prediksi berat janin: 2,313 kg. Menurut dokter berat tersebut untuk janin usia 36 minggu itu terlalu kecil, maka bunda disarankan utk di CTG. Bunda& ayah setuju aja karna khawatir kalo ada apa-apa sama kamu. Hasil CTG selama setengah jam, menurut pengamatan bunda, nunjukin grafik denyut jantung bayi yang sebagian besar konstan datar, tapi ada satu daerah yang turun dan satu titik yang nunjukin nilai 105. Dokter mengkhawatirkan titik tersebut dan belum bisa memberikan kesimpulan apa sebabnya, maka dokter meminta untuk dilakukan CTG ulang, tapi sebelumnya bunda diminta utk makan, diinfus&diberi perlakuan oksigen terlebih dahulu..kalau masih ada titik dibawah 110 setelah diinfus, menurut dokter itu suatu kondisi yang berbahaya, bisa jadi bayi harus segera dikeluarkan. Lagi-lagi bunda dan ayah setuju. Saat akan diinfus&diberi oksigen, ayah diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang menyatakan bersedia menanggung biaya, dan bila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera, memperbolehkan dokter utk ambil tindakan..ayah tidak langsung menandatangani surat tersebut. Ayah meminta ijin utk pulang dan mendiskusikan dengan keluarga, sekalian mengambil baju&perlengkapan bunda. Ayah datang bersama rombongan besar yang terdiri dari eyang putri, opa, eyang rop&tante izza (eyang rop&tante izza ga lama disana, selain karena ditegur menuhin tempat, mereka mau ke tempat pasien, tante izza hanya memberi saran-saran). Bunda di infus selama 6 jam dengan menghabiskan 3 tabung infus. Setelah itu hasil CTG menunjukan grafik yang lebih baik (konstan), namun masih perlu dipantau, eyang putri meminta bunda utk dibawa pulang saja (eyang putri khawatir kalau dirawat disana bunda dikasih perlakuan medis macem2). Bunda disarankan kontrol lagi hari selasa/3 hari setelah hari ini. Sampai di rumah jam 10 malam. Jadi pada hari itu bunda 12 jam di klinik.melelahkan sekali..

Mencari alternatif dokter
Besoknya (hari minggu) kejadian kemarin didiskusikan, eyang putri jakarta menelpon lama untuk ngasih saran, banyak yang merasa kejadian kemarin aneh..kenapa kandungan tiba-tiba ada kelainan, kenapa bunda harus diinfus segala hanya karena anomali dari satu titik diantara banyak titik hasil CTG, dan kenapa saran yang diberikan adalah mengeluarkan bayi, padahal usia kandungan masih 36 minggu. Akhirnya diambil kesimpulan bunda harus cek ke dokter lain sebagai bandingan. Dipilihlah dokter Neilvy di RS Muhammadiyah. RS Muhammadiyah menjadi pilihan karena itu adalah RS umum yang memungkinkan dokternya punya pengalaman lebih banyak. Hari senin (2 hr dr hr sabtu) bunda diantar ayah ke RS Muhammadiyah. Hasil USG menunjukan bahwa berat kandungan adalah 3kg, normal, hanya memang bayi masih diatas, belum masuk ke saluran untuk keluar..analisis dokter bayi terlilit tali pusar, dan menurut dokter cukup banyak yang terlilit tali pusar bisa melahirkan normal..jadi ditunggu saja sampai waktunya bayi keluar secara alami..perkiraan dokter bunda melahirkan tanggal 13 agustus (usia kandungan tepat 40 minggu). Perlakuan dokter yang sangat baik dan dorongannya yang tinggi untuk melahirkan normal membuat bunda dan keluarga memilih untuk melahirkan di RS ini, bukan di klinik. Setiap minggu bunda kontrol ke dokter Neilvy, dan setiap kontrol itu pula kamu masih belum mau turun, bahkan 2 hari sebelum keluarpun kamu masih belum mau turun. Bunda disarankan banyak berjalan.

Detik-detik menegangkan
Subuh tanggal 12 Agustus 2009, bunda bermimpi perut bunda kempes&kamu sudah ada diluar. Ketika bangun bunda merasa ada cairan cukup banyak yang keluar..bunda segera ke kamar mandi dan mengecek celana, ternyata cairannya berwarna merah muda. Opa segera dibangunkan dan kami segera ke rumah sakit, eyang khawatir yang keluar adalah air ketuban. Namun saat di cek ternyata itu bukan air ketuban, tapi cairan vagina biasa..suster menyarankan utk pulang karena masih pembukaan 1..untuk kelahiran anak pertama rentang pembukaan 1-3 cukup lama sekitar 16-18 jam,sementara untuk melahirkan pembukaan mencapai pembukaan 10. Eyang putri meminta bunda nunggu di RS saja, eyang khawatir kalau pecah ketuban repot bawa ke RS-nya, meskipun RS tidak jauh dari rumah, tapi kalau siang kondisi jalanan macet..akhirnya bunda di rumah sakit aja menunggu..selama menunggu bunda jalan dan terus berjalan, sambil ditemani eyang&ayah yang akan menggosok punggung bunda setiap sakit karena kontraksi..selama berjalan bunda bertekad meminimalkan keluhan, sesakit apapun itu..bunda membaca doa-doa memohon pertolongan agar proses melahirkannya lancar dan bunda diberi kekuatan. Bunda berjalan kira-kira 22 jam, kontraksi yang mulanya terjadi beberapa jam sekali makin lama makin sering menjadi 1 menit sekali, tapi sakitnya masih bisa ditahan..dan tiap dicek pembukaannya selalu pembukaan 1, kamu masih bertahan diatas, ga mau turun :D jam 2 malam bunda memutuskan utk tidur di RS, ayah pulang karena ayah sakit pusing&panas (ayah sempet ga mau pulang, tapi bunda paksa, karena bisa makin parah sakitnya kalau ayah ga istirahat), jadilah bunda ditemani eyang putri&eyang eni. Kata eyang selama bunda tidur, bunda merintih terus. Jam 4.30 bunda bangun, eh..ternyata eyang kakung&eyang putri dari jakarta datang sambil bawain rumput fatimah supaya ngemudahin pembukaan (fungsinya mungkin sama kayak induksi, jangan digunakan sebelum pembukaan 3 katanya sih). Bunda mandi, setelah mandi bunda duduk-dudk ngobrol di teras..tiba-tiba ada cairan cukup banyak merembes..suster langsung memeriksa bunda..ternyata itu adalah air ketuban yang merembes (ketubannya belum pecah), dan bunda udah pembukaan 5. Bunda disuruh menunggu di ruang melahirkan. Saat itu eyang memberi bunda kuning telur 2 butir, madu, dan air rumput fatimah untuk energy karena bunda udah ga bisa nelen sarapan....mules di perut makin sering dan sakitnya terus meningkat..bunda berusaha nahan sakitnya dan ga ngeluh, tapi karna amat sangat sakit bunda akhirnya nangis sambil nahan sakit..saat itu ayah selalu ngasih semangat&eyang terus menerus gosok punggung bunda. Tiba-tiba ditengah2 sakit bunda rasanya pengen pup, kata dokter itu artinya bayi udah mau keluar..bunda dikasi instruksi untuk mengejan..alhamdulillah dengan 4 kali mengejan kepala kamu keluar dan kamu langsung menangis keras. Kamu langsung ditaruh di atas dada bunda sementara dokter menjahit..ngeliat kamu gerak-gerak bunda ga ngerasa sakit pas dokter menjahit, tiba-tiba saja dokter selesai melakukan tugasnya. Ayah meng-adzani kamu, eh..kamu malah tertidur lelap hehehe..kamu akhirnya diangkat dan dimandikan sambil di cek kesehatannya. Berat kamu saat lahir 3,25 kg, tinggi 52 cm dan Alhamdulillah sehat. Kamu lahir tanggal 13 Agustus 2009 jam 9.37.
Saat itu kebahagian menyelimuti kami semua :)

3 comments:

Anonymous said...

aku terharu deh baca cerita ini..diem2 udah banjir aer mata..hahhahahah..
semoga athar suatu saat bisa tau cerita dan pengorbanan bundanya saat2 proses melahirkan...:)

adhe said...

Waah, ketemu yg namanya sama. bayiku jg namanya Athhar, tar aku posting kisahnya jg ah di blogku :)

Unknown said...

wah bagus tulisannya bunda athhar, alhamdulillah, jangan lupa kunjungi web Rumah Sakit Muhammadiyah nya di www.rsmb.co.id

terima kasih :)