Tidak tampak..bukan berarti tidak ada..

Friday, August 26, 2011

Keadilan Balasan Allah di Akhirat

Disarikan dari Tafsir Al-Misbah, volume 15, halaman 255. Q.S Al-Fajr:25-26,


Siksaan Allah dilukiskan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Salah satunya yanng tertulis dalam surat Al-Fajr ayat 25, yang berbunyi:


Maka pada hari itu (hari akhir) tiada satupun yang menyiksa seperti siksa-Nya.


Mungkin dalam benak kita muncul pertanyaan, mengapa siksaan Allah di hari akhir begitu besar dan parah, tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan. Bukankah kesalahan hanya dilakukan sekian waktu dan terlihat remeh, tetapi mengapa siksa dapat terjadi sepanjang masa dan amat keras?


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba perhatikan penjelasan berikut.
Dalam kehidupan dunia ini, bila kita menanam satu butir dari sebuah tomat, maka kita akan memanen tomat yang tidak sebanding dengan apa yang kita tanam.


Jika seseorang memeinum segelas air bersih, ia akan merasa segar dan kehilangan dahaga, tetapi mengapa jika ia meminum setetes racun, ia akan mati?


Adilkah itu? Bukankah ini hanya setetes?


Pertanyaan ini tidak pada tempatnya.


Yang bertanya lupa bahwa itu adalah hasil dari tindakannya. Pohon tomat yang menghasilkan ratusan tomat atau bahkan ribuan padahal yang ditanam hanya bagian yang sangat kecil dari sebuah tomat, merupakan hal yang wajar, karena itulah ketentuan Allah bagi tomat.


Begitu pula dengan siksaan/kenikmatan di hari akhir merupakan hasil atau buah perbuatan manusia selama di dunia. Jadi, melakukan amalan di dunia ibarat kita menanam biji, agar biji tersebut menjadi tanaman yang sehat, kita harus terus menyiraminya dengan amal sholeh, jangan beri kesempatan bagi hama (penyakit hati dan perbuatan yang sia-sia) untuk mendekat karena biji/tanaman kecil itu rentan sekali mati bila kita salah urus/abai sedikit saja. Gapapa lah bersusah sedikit, gak lama kok, masa menanam biji (hidup di dunia) itu sebentar, kalau biji sudah menjadi tanaman besar akan lebih mudah mengurusnya dan kita tinggal menikmati hasilnya.


Hitungan kasar waktu kita hidup di dunia dibandingkan dengan waktu di akhirat:

1 hari akhirat = 1000 thn di dunia. Jika rata-rata usia manusia di dunia 60 tahun, maka usia tersebut sebanding dengan 60/1000 x 1 hari akhirat = 0,06 hari akhirat = 0,06 x 24 jam = 1,44 jam waktu akhirat. Jadi kehidupan di dunia ini kurang dari 1,5 jam waktu di akhirat.

Life is so short...


Wallahu'alam bis showab

Wednesday, May 04, 2011

Dunia ini, panggung sandiwara

Kita misalkan suatu kondisi dimana Dedy Mizwar ngajak kita yang sangat awam dalam dunia akting ini bermain film bersama. Dedy berperan sebagai tukang sampah, dan kita berperan sebagai Direktur. Kira-kira siapa yang akan mendapatkan gaji lebih tinggi?? Tentu Dedy Mizwar, karena dia mampu memerankan perannya dengan lebih baik.

Sekarang, kita analogikan contoh diatas dengan kehidupan kita sehari-hari. Allah sebagai sutradara memberi kita peran yang harus kita jalani dan balasan (pahala) akan diberikan diakhir permainan kelak (hari akhir). Apapun peran yang kita jalani saat ini, kalau kita mampu memerankan dengan sebaik mungkin maka balasan terbaik pula yang akan kita terima dari Allah kelak. Balasan ini tidak ada hubungannya dengan peran, tetapi sangat bergantung pada bagaimana kita memerankan peran yang sudah diberikan.

Sangat tepat bila dikatakan, dunia ini adalah panggung sandiwara :)